Salesman atau Sales Marketing?
Ditulis oleh dynasis di/pada September 26, 2008
Pada waktu saya kuliah dahulu, saya diajukan sebuah pertanyaan oleh dosen Manajemen Produksi (sekaligus Direktur Akedemi) saya. Pertanyaannya: Apa persamaan dan perbedaan antara Salesman dan Sales Marketing
Saat itu kami menjawab tidak ada perbedaan pak, yang ada persamaan yaitu sama-sama menjual. Jawaban kami tidak dibenarkan oleh beliau.
Beliau mengomentari jawaban kami dengan uraian panjang lebar.
Memang antara Salesman dan Sales Marketing sama-sama menjual produk dan atau jasa. Akan tetapi perbedaan mendasar dari kedua profesi diatas terletak dari pelayanan After Sales.
Salesman akan dibebani tugas menjual dengan target yang tinggi dan pengetahuan akan produk begitu juga dengan Sales Marketing. Akan tetapi salesman tidak melakukan 2 hal:
- Mencoba produk/jasa dan membuat kesimpulan akan keunggulan dan kelemahan produk/jasa
- Memastikan bahwa customer menggunakan produk/jasa yang kita tawarkan/jual
Sales Marketing yang baik akan melakukan 2 hal diatas, mengapa?
1. Dengan menggunakan produk/jasa dan membuat kesimpulan atas produk/jasa tersebut menjadikan Sales Marketing mengetahui seluk beluk produk/jasa tersebut.
Bahkan jika diperlukan mengetahui juga bahan yang digunakan, proses pembuatan dari awal sampai akhir hingga pengiriman produk. Hal ini bisa mendukung proses penawaran dan meyakinkan bahwa produk/jasa yang ditawarkan/dijual memang berkualitas tinggi dan layak untuk dicoba/dibeli oleh konsumen.
Sebuah nilai plus bagi Sales Marketing apabila bisa menunjukkan kelemahan dan kelebihan dari produk/jasa yang ditawarkan/dijual. Bagi sebagian orang, mengatakan kelemahan produk/jasa yang kita tawarkan merupakan kesalahan, akan tetapi bagi dosen saya hal itu merupakan kekuatan terbesar bagi seorang Sales Marketing yang akan survive.
Mengapa?
Karena dengan mengatakan kelemahan berarti kita sudah membuat antisipasi kegagalan produk (jika terjadi), apalagi saat ini masyarakat kita sudah tidak mudah dibohongi dengan kata lain sudah kritis. Jika kita mengatakan produk/jasa kita yang terbaik tidak ada keburukannya, maka apabila terjadi hal sebaliknya bisa dipastikan konsumen akan mengeluh bahkan memaki kita karena tidak mengatakan hal yang sebenarnya.
Pernahkah anda merasa dibohongi suatu iklan yang mengatakan produk ini adalah yang terbaik dan tidak ada kelemahan akan tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Bagaimana perasaan anda saat itu? Memang, baik kita katakan kelemahan ataupun tidak tetap akan menimbulkan kekecewaan jika terjadi hal yang tidak diinginkan oleh konsumen. Akan tetapi kekecewaan yang timbul akibat kebohongan lebih fatal dari pada saat awal kita katakan yang sebenarnya.
Saya ambil contoh berdasarkan kisah Nabi Muhammad SAW disaat masih muda. Disaat masih menjadi pedagang. Beliau tidak pernah mengatakan barang yang dijualnya barang yang pasti bagus, barang yang bagus akan dikatakan bagus dan yang jelek akan dikatakan jelek. Hal ini memicu para pembeli untuk membeli barang dagangan Beliau karena memang benar apa yang dikatakan. Al hasil, barang apapun yang Beliau jual selalu habis.
2. Setelah produk/jasa anda di gunakan oleh konsumen, maka hal selanjutnya adalah memastikan bahwa konsumen anda telah menggunakan produk yang anda jual dengan baik dan benar. Serta menanyakan apakah ada masalah setelah penggunaan produk tersebut.
Jika ada masalah yang berarti segera tindak lanjuti keluhan tersebut dengan baik karena sikap ini akan membuat konsumen merasa diperhatikan. Seandainya keluhan tersebut bisa anda tangani tanpa harus penelitian lebih dalam, akan lebih baik. Itulah gunanya mempelajari produk terlebih dahulu. Jika penanganan masalah diperlukan penelusuran lebih lanjut lagi karena masalah terjadi diluar dugaan maka kita sebagai Sales Marketing harus segera meneruskan kebagian terkait. Dan permasalahan yang terjadi diluar dugaan bisa kita dokumenkan guna keperluan presentasi produk selanjutnya dalam mengantisipasi kelemahan produk.
Kembali ke laptop
Sebagai member Dynasis, tugas anda adalah merekrut member, mengedukasi dan memastikan mereka mengerti dengan sistem Dynasis. Karena bagaimana pun juga dengan menjadi membr Dynasis, maka anda sudah masuk dalam bisnis pulsa dan mengalami juga proses yang dilakukan oleh counter dan Server All Operator. Hal ini berguna jika anda memutuskan untuk membuka counter bahkan jika mau masuk dalam industri Hulu yaitu menjadi Server All Operator bahkan menjadi Dealer suatu provider.
Sehingga kesimpulan tulisan ini: Pilihan ditangan anda, Mau menjadi Salesman Atau Sales Marketing?
Ditulis oleh:
Eka Johansjah
Didedikasikan untuk Alm Bpk Ir. Drs, Subyanto S. Amidharmo, BSc
mr.m berkata
wah hebat loe ka… kirain blog ini dah sepi ternyata masih rame ya
heri santosa berkata
sejarah singkat eka jo dg usahanya, all operator brp jenis item produk n harga terbaru?
Eka Jo berkata
silahkan klik: https://www.dynasis.net/?do=arefill