Viral Marketing DYNASIS

.: di sini kita saling berbagi :.

Hukum Katup dalam Kepemimpinan

Ditulis oleh dynasis di/pada Januari 14, 2009

Dalam dunia kepemimpinan (leadership) berlaku yang namanya Hukum Katup. Menurut John C. Maxwell, seorang pakar dan praktisi kepemimpinan, “Katup seorang pemimpin akan menentukan besar kecilnya organisasi, bisnis, atau jaringan yang dipimpinnya.”

Hukum Katup menyebutkan bahwa besarnya usaha atau bisnis seseorang tidak akan pernah melebihi katup yang dimilikinya. Misalnya dalam skala 1 sampai 10, jika seorang pemimpin memiliki nilai katup 7, maka besarnya organisasi atau bisnis yang dijalankannya maksimal bernilai 6. Jika ia ingin memperbesar bisnisnya menjadi 8 maka ia terlebih dahulu harus mampu memperbesar katupnya sendiri menjadi 9.

Katup merupakan sesuatu yang bersifat internal dalam diri seseorang, dan tidak dipengaruhi oleh kondisi eksternal (situasi, kondisi, lingkungan, dsb). Ketika Anda melihat sebuah peluang bisnis misalnya, namun kemudian Anda merasa pesimis atau tidak begitu yakin, maka sesungguhnya Anda sedang memasang katup Anda sendiri.

Coba Anda tanyakan kepada 3 orang teman Anda yang berbeda, berapa target penghasilan pribadi (per bulan) yang diinginkan mereka 5 tahun dari sekarang. Orang pertama mungkin akan menjawab, “Wah, saya nggak kepikiran tuh pasang target. Lihat nanti aja lah, moga-moga besar.”
Orang kedua mungkin akan menjawab, “Saya sih pengennya bisa punya penghasilan paling nggak 5 juta per bulan.”
Orang ketiga mungkin akan menjawab, “Target saya 5 tahun lagi, saya harus punya penghasilan 50 juta per bulan.”

Apa yang membedakan ketiga orang tersebut dalam memberikan jawaban sehingga muncul angka yang berbeda, berikut kalimat penyampaian yang berbeda pula? Jawabannya adalah impian dan keyakinan yang berbeda. Impian dan keyakinan adalah katup yang akan menentukan sukses tidaknya masa depan seseorang. Tentunya Anda bisa menilai katup siapa yang paling besar di atas.

Belum tentu orang yang ketiga tersebut saat ini sedang berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan orang kedua, apalagi dibandingkan orang pertama. Bahkan boleh jadi justeru kondisinya lebih buruk. Tapi ia lebih mampu membuka katupnya lebih besar lagi.

Ketika masih muda, Thomas Watson memulai usahanya dengan menjadi salesman alat musik door to door dalam kehidupannya yang serba miskin. Namun kemudian dia mampu membeli sebuah perusahaan permesinan yang hampir bangkrut dan berhasil mendirikan IBM.

Kolonel Sanders telah membuka katup keyakinannya sedemikian besar, sehingga ia berani mempertaruhkan uang pensiunnya untuk keliling Amerika demi menawarkan resep ayam goreng miliknya. Ternyata dia harus mengalami penolakan sebanyak 1.009 kali, sebelum kemudian ia bertemu dengan orang yang ke-1.010 yang tertarik dan mau membeli resepnya. Maka berdirilah Kentucky Fried Chicken.

Soichiro Honda juga mengawali usahanya dengan banyak pengalaman pahit. Pada saat pertama kali Soichiro Honda mendirikan perusahaan, dalam waktu singkat perusahaannya merugi dan bangkrut. Dia dirikan lagi perusahaan kedua, tapi nasib sial menimpanya. Pabrik yang dibangunnya dengan susah payah untuk menebus kegagalan sebelumnya itu hancur terkena serangan bom pada saat Perang Dunia II. Dia tidak menyerah dan berusaha bangkit kembali dengan membangun perusahaan untuk ketiga kalinya. Alhasil, lagi-lagi mengalami bangkrut total. Setelah bangkit lagi keempat kalinya, akhirnya Soichiro Honda sukses mendirikan Honda Motor Company.

Sejarah telah mencatat, ada ribuan kisah orang sukses yang berangkat dari kondisi yang tidak mendukung atau sulit. Ini merupakan bukti bahwa katup seseorang tidaklah dipengaruhi oleh keadaan atau kondisi eksternalnya.

Termasuk pada saat Anda sedang menjalankan bisnis DYNASIS, atau bisnis/usaha yang lain, tentunya akan dijumpai yang namanya situasi dan kondisi yang negatif. Keadaan itu dapat berupa: penolakan dari prospek, omset atau bonus menurun, perkembangan bisnis mengalami stagnasi atau bahkan rontok, banyak downline yang mengeluh, dsb.

Jika kemudian Anda mengeluh, merasa down, jadi kecewa dan frustasi, jadi pesimis, atau merasa kreativitas Anda sudah buntu, apalagi Anda mulai menyalahkan orang/pihak lain, maka sesungguhnya Anda sedang memasang katup pada diri Anda sendiri. Sebab katup berkaitan juga dengan sikap.

Sadarilah, Anda tidak akan pernah mengalami down jika Anda tidak mengizinkan pikiran dan perasaan Anda sendiri untuk mengalami down. David J. Schwartz mengatakan dalam bukunya yang berjudul The Magic of Thinking Big, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jika Anda berpikir bisa, maka Anda pasti bisa!”

Ketika Anda membiarkan diri Anda merasa down, maka secara otomatis Hukum Katup akan berbicara, bisnis atau jaringan Anda akan down juga. Dalam organisasi jaringan Anda, Anda adalah pemimpin bagi downline-downline Anda. Anda adalah katup bagi bisnis Anda, dan juga katup bagi bisnis downline-downline Anda.

Anda tidak bisa mengarahkan downline Anda untuk mensponsori banyak frontline jika Anda sendiri tidak mensponsori banyak frontline. Anda tidak bisa berharap bisnis Anda akan bergerak dengan sendirinya jika Anda sendiri tidak bergerak. Jadi jangan pernah berhenti mensponsori orang hingga impian Anda terwujud.

Mustahil Anda akan mengalami down atau pesimis ketika Anda sedang giat mensponsori frontline-frontline baru. Kalau Anda sedang mengalami down atau pesimis, bisa dipastikan Anda sedang berada dalam kondisi diam. Sebab down atau pesimis, atau pikiran negatif lainnya, hanya akan menyerang orang-orang yang berdiam diri atau berhenti terlalu lama. Pisau yang lama tidak digunakan akan menjadi tumpul; logam yang didiamkan terlalu lama akan berkarat.

Jadi perbesar katup Anda dengan terus bergerak secara konsisten. Konsistensi dalam bergerak akan terus memperbesar antusiasme dan keyakinan Anda. Antusiasme dan keyakinan Anda yang besar, dan terus membesar, merupakan energi dahsyat yang akan menular kepada jaringan Anda. Disadari atau tidak, Anda akan menjadi orang yang berpengaruh terhadap orang lain. Karena kharisma dan aura positif Anda secara otomatis akan muncul.

Roger Dawson, seorang pakar personality, mengatakan, “Orang akan mau mengikuti orang lain karena konsistensi.” ***

Ditulis oleh:

Nurkholis
Marketing Manager PT Dynasis Golden Infinity

7 Tanggapan ke “Hukum Katup dalam Kepemimpinan”

  1. mr.m berkata

    numpang copas dikit ya contentnya … abis bagus sih hehe :D

  2. [...] saya menulis sedikit Hukum katup dalam kepemimpinan yang rasanya sangat sayang kalo dilewatkan, Isinya cukup bisa memberikan semangat untuk jiwa jiwa [...]

  3. abdal malik berkata

    wow… sangat menantang..!!

  4. Yunus berkata

    Setuju… kita lah yang memberi batas apakah mau terus, berhenti atau ubah arah.

    Tapi kalo belum berusaha maksimal, belum belajar maksimal, belum koreksi kesalahan kok sudah berhenti atau ubah arah.. kapan suksesnya? :) Tetap saja nanti akan menemui kondisi yang sama, karena memang tak ada kesuksesan yang mudah untuk diraih

  5. Eka Jo berkata

    Apapun yang kita lakukan hendaklah jangan melihat dari sisi buruk saja.

    Saat saya kuliah dulu diajarkan dengan semboyan: Expected the Unexpected (Harapkan dengan yang tak ingin diharapkan).

    Bagi orang dengan sikap pesimistis, hal ini akan menjadi pembenaran akan semua kegagalan dan menjadikan ia tidak akan bergerak karena takut akankegagaln yang akan dihadapinya. Tapi bagi orang yang bersikap Optimistis, hal ini akan menjadi pemicu untuk melakukan persiapan dalam menemui kegagalan.

  6. Tri Budi berkata

    Kalo kita dah ada di jalur yang benar, melakukannya dengan benar maka tidak ada alasan untuk berhenti sebelum mencapai kesuksesan. Masih banyak kisah sukses yang dapat kita ambil sbg motivasi untuk terus maju.

  7. zendy prasetya berkata

    nice post bro !
    wah artikel bagus nih !
    salam dari jaringan ze276
    http://ze276.co.cc

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>